Senin, 19 Maret 2018

berkat shalawat memperlancar pertanyaan malaikat



berkat shalawat memperlancar pertanyaan malaikat

      Seorang hamba yang sangat sholeh, bernama Syubli mengatakan bahwa, tetangganya meninggal dunia. Syeikh syubli bertemu dengan tetangganya itu dalam mimpinya. Beliau bertanya kepada tetangganya itu: “apa yang di alaminya di dalam kubur?” tetengga itu menjawab : “ wahai syubli, sungguh aku mengalami kesulitan menghadap malaikat, di sebabkan oleh perbuatanku di dunia, yang kesana kemari selalu menggunjing sesama teman.”
     “Wahai Syubli, di saat-saat aku tidak lancar menjawab atas segala pertanyaan munkar dan nakir, tiba-tiba datang seorang hamba Allah yang sangat tampan dan berdiri diantara aku dan kedua malaikat itu, baunya harum dan pakaiannya bersih, lalu aku menanyakan identitasnya, “siapakah engkau?”
      Orang itu menjawab : “Saya adalah sorang hamba Allah yang di jadikan bagian dari bacaan sholawatmu, yang selalu engkau lakukan, aku diperintah untuk datang menolongmu.”
     “Wahai Syubli orang itu mengingatkan aku tatkala aku menghdapi munkar dan nakir, aku mendapat kebaikan di kuburku adalah berkat sholawat kepada yang tercinta, yaitu nabi Muhammad saw.
     Syeikh Syubli terbangun dari tidurnya. Seketika itu ia betanbah yakin, bahwa kehebatan shalawat itu ternyata membari syafa’at kepada pembacanya disemua tempat, didunia, dikubur dan juga insya Allah diakhirat kelak.[1]


[1] ) lihat Al-Qaulul Badi’ fish Shalaati ‘alal Habibis Syafii’” karya : Al-Hafidz As-Sakhawi.

Mendapat Syafaat di hari kiamat



Mendapat Syafaat di hari kiamat 
         
      Pada masa Rasulullah SAW, ada seorang penduduk dari desa Marwi ia berkata :“Aku adalah seorang yang malas membaca sholawat atas pemimpin alam, yaitu Nabi Muhammad saw, dan sama sekali tidak memberikan perintah dalam masalah tersebut. sehingga pada suatu malam, dalam mimpi aku melihat Rasululloh saw,tetapi beliau tidak memperdulikanku seolah-olah beliau tidak menyenangiku”.Lalu aku  bertanya kepada beliau “Wahai Rasulullah ! mengapa engkau tidak mempedulikanku ? Bukankah aku ini adalah umatmu ? Akau mendengar dari ulama’ bahwa para Nabi mengenal umatnya dibandingkan ayah terhadap anaknya.”
     “ Pengenalanku pada umatku tergantung pada sholawat yang mereka sampaikan kepadaku. Karena engkau tidak mengingatku dengan sholawat, lalu bagaimana aku mengenalmu dan bagaimana aku peduli pula terhadapmu ?” Jawab Nabi SAW.
       Dengan kejadian seperti itu, aku langsung bangun dari tidur. Maka semenjak itu aku mewajibkan diriku untuk membaca sholawat seratus kali setiap hari. Sehingga Allah SWT memberiku petunjuk untuk bisa melaksanakannya. Selang tidak seberapa lama kemudian, aku bermimpi berjumpa Rasululloh saw lagi, Beliau mengatakan : “Sekarang aku mengenalmu. Aku bangga padamu dan aku akan memberimu syafaat pada dirimu di hari kiamat kelak.” 

KISAH berkat shalawat memperlancar pertanyaan malaikat



berkat shalawat memperlancar pertanyaan malaikat

      Seorang hamba yang sangat sholeh, bernama Syubli mengatakan bahwa, tetangganya meninggal dunia. Syeikh syubli bertemu dengan tetangganya itu dalam mimpinya. Beliau bertanya kepada tetangganya itu: “apa yang di alaminya di dalam kubur?” tetengga itu menjawab : “ wahai syubli, sungguh aku mengalami kesulitan menghadap malaikat, di sebabkan oleh perbuatanku di dunia, yang kesana kemari selalu menggunjing sesama teman.”
     “Wahai Syubli, di saat-saat aku tidak lancar menjawab atas segala pertanyaan munkar dan nakir, tiba-tiba datang seorang hamba Allah yang sangat tampan dan berdiri diantara aku dan kedua malaikat itu, baunya harum dan pakaiannya bersih, lalu aku menanyakan identitasnya, “siapakah engkau?”
      Orang itu menjawab : “Saya adalah sorang hamba Allah yang di jadikan bagian dari bacaan sholawatmu, yang selalu engkau lakukan, aku diperintah untuk datang menolongmu.”
     “Wahai Syubli orang itu mengingatkan aku tatkala aku menghdapi munkar dan nakir, aku mendapat kebaikan di kuburku adalah berkat sholawat kepada yang tercinta, yaitu nabi Muhammad saw.
     Syeikh Syubli terbangun dari tidurnya. Seketika itu ia betanbah yakin, bahwa kehebatan shalawat itu ternyata membari syafa’at kepada pembacanya disemua tempat, didunia, dikubur dan juga insya Allah diakhirat kelak.[1]


[1] ) lihat Al-Qaulul Badi’ fish Shalaati ‘alal Habibis Syafii’” karya : Al-Hafidz As-Sakhawi.

KISAH SHALAWAT Seorang ibu rindu pada anaknya yang telah meninggal



Seorang ibu rindu pada anaknya yang telah meninggal 

     Ada seorang wanita bertanya kepada Syeikh Hasan Al-Bashri :” Wahai Syeikh Hasan Bashri, anak perempuan saya telah wafat, saya ingin sekali ketemu.
     “Engkau lakukan shalat sunnat empat rokaat, setelah shalat isya’  agak malam. Setiap satu rakaat setelahnya Al-Fatihah membaca Surat At-Taktsur. Lalu tidurlah dalam keadaan miring beserta membaca shalawat sampai tertidur.” Jawab Syeikh Hasan Bashri dengan menjelaskan cara-caranya.
     Setelah dilakukan sebagaimana petunjuk Syeikh Hasan Bashri, maka wanita tadi tahu bahwa anak putrinya dalam keadaan tersiksa yang sangat pedih. Kemudian wanita tersebut datang dan bertanya lagi untuk memberitahukan tempat keberadaan putrinya sekarang. Lalu Syeikh Hasan Bashri memerintahkan agar mengeluarkan Shadaqah untuk anaknya.
     Suatu ketika, Syeikh Hasan Bashri bermimpi anak perempuan tersebut bahwa sekarang wajahnya terlihat cantik, dan bagus sekali bajunya. Kemudian anak tadi mengatakan kepada Syekh Hasan Bashri :
    ” Apakah Syeikh Hasan tidak kenal denganku ? …
    “ Saya tidak mengenali siapa kammu…? Jawab Syeikh Hasan.
    “Saya adalah putrinya orang wanita yang bercerita kepada engkau…! jawab anak perempuan dengan menyakinkan Syeikh Hasan.
    “ Ibumu telah menceritakan, kalau kamu mengalami disiksa..? kata Syeikh hasan.
     Iya benar, tapi ada orang lelaki yang sholeh yang lewat diatas kuburanku, lalu membaca shalawat yang ditujukan kepada semua Ahli kubur sehingga saya bisa mendapat seperti yang engkau ketahui sekarang ini.

KISAH Terciptanya kitab dalaa’ilul khairat



Terciptanya kitab dalaa’ilul khairat   

     Syeikh Muhammad ibnu Sulaiman Al-Jazuli mengatakan : pada suatu hari dia mencari air kesana kemari untuk berwudhu’, tapi tidak mendapatkan setetespun yang keluar dari sebuah sumur yang biasa diambil airnya untuk minum maupun berwudhu’.
     Ketika itu ada seorang hamba Allah melihatnya dari tempat yang tinggi dan mengatakan :”Siapakah engkau” “ Al-Jazuli,” jawabnya.
   ` hamba allah itu mengatakan :” Engkau adalah orang yang sangat terkenal dikalangan orang shaleh, kenapa bingung karena tiada air?”
    Hamba allah itu kemudiaan meludah ke sumur itu, lalu datang air sampai melimpah dan Al-Jauzi pun berwudhu untuk menunaikan shalat.
    Setelah berwudhu Muhammad ibnu Sulaiman Al-Jauzi bertanya kepada orang itu :”Apakah yang menyebabkan engkau mendapat kekeramatan sehebat itu?”
    Orang itu menjawab :”Karena banyak membaca shalawat kepada nabi Muhammad SAW.”
     Mendengar jawaban seperti itu, kemudian Syeikh Muhammad ibnu Sulaiman Al-Jauzi bersumpah pada dirinya, untuk menulis buku tentang shalawat kepada nabi Muhammad SAW. Sebab itulah kitab “Dalaalul khairat wa syawaariqul anwaari fii dzikrish-shalawaati ‘alan nabiyyil Mukhtar” tersusun menjadi sebuah kitab bacaan yang dibaca oleh orang islam dengan berpuasa yang di kenal dengan Dalaail khairat.